top of page
Post: Blog2_Post

Masjid Istiqlal Buah Perjuangan Muslim Indonesia Houston

Diperbarui: 2 Jun 2022


Parkiran yang luas serta rindang menyambut kami sekeluarga saat memasuki parkiran masjid Istiqlal, Houston. Tidak terlihat bangunan masjid di dekat situ, malah ada sebuah rumah panjang dengan jendela-jendela besar yang tampak menyolok dari kejauhan. “Ini benar masjid Istiqlal, Mas?” tanya saya pada seorang laki-laki yang baru turun dari mobil dan dijawab dengan anggukan kepala.

Kami lalu melangkah menuju tenda yang terpasang di samping rumah panjang tersebut. Suasana ramai, terdengar percakapan di sana sini diselingi gelak tawa. Harum daging panggang menyeruak, membuat pandangan saya langsung teralih pada meja-meja yang menyajikan beragam makanan. Hari itu keluarga Muslim Houston memang secara khusus mengundang para muktamirin, sebutan para peserta Muktamar IMSA, yang saat itu (2016) berlangsung di Houston untuk menghadiri acara ramah tamah. Dari halaman belakang baru terlihat bangunan masjid Istiqlal yang megah. Antara bangunan masjid dan rumah panjang, terlihat taman yang cantik dengan aneka bunga. Di sekitar masjid masih ada tanah lapang luas dengan jaring sepakbola dan taman bermain anak yang sederhana.

Masjid ini merupakan hasil perjuangan panjang masyarakat muslim Indonesia di Houston yang merindukan tempat ibadah sekaligus komplek pendidikan Islam. Setelah sekian lama memusatkan kegiatan di mushola Al Muhajirin, KJRI Houston, akhirnya pada 2015 lalu mereka resmi memiliki masjid sendiri. Prosesnya cukup panjang, mulai dari pengumpulan dana hingga proses beli tanah, jual lagi, lalu beli tanah baru yang berlangsung hingga tiga kali. “Sepertinya Allah sedang menguji keseriusan kami untuk membangun masjid,” tutur Eka Kristanto, presiden Indonesian American Muslim Community (IAMC). Alhamdulillah setelah dua kali gagal, tim yang bertugas mendapatkan informasi mengenai gereja yang dijual. Singkat cerita, mereka membeli gereja tersebut, merenovasi bangunan utama dan ‘berdirilah’ masjid idaman masyarakat muslim Indonesia di Houston. Bangunan lama milik gereja masih dipertahankan dan difungsikan sebagai community centre dan perpustakaan.

Jamaah yang datang ke masjid bukan hanya orang Indonesia, malah yang dominan hadir saat shalat lima waktu adalah masyarakat Pakistan dan Arab yang tinggal di sekitar masjid. Rupanya mereka senang dan nyaman dengan sikap kita, orang Indonesia, yang ramah,” tambah Eka. Kegiatan yang ada di masjid yang berlokasi di Sugar Land, Texas, ini cukup padat, di antaranya kelas tajwid dan tafsir, kajian tahsin dan fiqih Sunah, dan halaqah untuk keluarga. Setiap hari Sabtu, masjid selalu ramai dengan sekolah Islamic Saturday School, latihan karate, kelas Bahasa Arab dan kursus menjadi penyampai khutbah Jumat. Saat ini sedang dirintis kelas Tahfidz Quran fulltime yang diasuh seorang syeikh dari Irak.

Masih banyak rencana yang ingin dikembangkan komunitas muslim Indonesia di Houston. Di antaranya membangun masjid dengan kapasitas lebih besar, mendirikan Sekolah Tahfidz dan Sekolah Islam. Mari kita doakan agar Allah mudahkan upaya mereka untuk menghidupkan syiar Islam melalui Masjid Istiqlal Houston. (Aini Firdaus, 2019)

Foto Kredit: istiqlalhouston.org

3 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Kommentare


bottom of page