top of page
Post: Blog2_Post

Peringatan Juneteenth dan Hilf al-Fudul: Koalisi Keadilan


Honoring Juneteenth and Hilf al-Fudul: A Coalition of Justice

Ketika Nabi ﷺ berumur sekitar 20 tahunan, ada seorang pedagang dari Yaman yang diperlakukan tidak adil di Makkah oleh seorang pembesar Quraish. Zubayr paman Nabi ﷺ mengumpulkan para pembesar Quraish untuk berjanji di depan Kabah bahwa: tidak boleh ada orang yang dizhalimi baik penduduk Mekkah sendiri maupun pendatang kecuali pasti akan dibantu dan kembalikan haknya dari pihak yang menzhalimi.


Perjanjian Hilf al-Fudul ini sangat berkesan bagi Nabi ﷺ yang merupakan peserta paling muda. Ini juga menunjukkan bahwa Nabi saw tetap aktif terlibat dengan masyarakat, walaupun mereka sangat jahiliyah. Beliau bersabda mengenang kejadian tersebut: Bahkan dalam Islam, aku tetap akan menegakkan Hilfil Fudul. Dan aku tidak akan memberikan tempatku di perjanjian tadi walaupun ditukar dengan unta merah. Menegakkan keadilan dan membela kepentingan umum terlepas dari agama Mereka merupakan bagian dari akhlaq seorang Muslim.


“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.”


Perbudaan dan perlakuan tidak manusiawi kepada African American sungguh termasuk perbuatan yang paling keji, mungkar, dan tidak adil. Hari ini adalah Juneteenth yang memperingati 19 Juni 1865, hari ketika pembebasan perbudakan diumumkan di Texas, dua setengah tahun setelah Proklamasi Emansipasi oleh Presiden Lincoln.


Hari ini mengingatkan kita bahwa hukum saja tidak cukup untuk menjamin kebebasan dan keadilan. African American harus terus berjuang lebih dari 100 tahun setelah itu untuk mendapatkan hak-hak asasi mereka yang sepenuhnya. Bahkan sekarang kita masih banyak melihat ketidakadilan dan diskriminasi berdasarkan ras yang terus mempengaruhi seluruh aspek kehidupan termasuk pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.


Ulama mengingatkan kepada kita ajaran Rasul ﷺ, “Sesungguhnya kalian diberi rezeki dan kemenangan karena orang-orang lemah kalian.” Barakah datang pada masyarakat secara keseluruhan yang menjunjung hak-hak anggotanya yang paling lemah. Adanya ketidakadilan akan merusak masyarakat. Setelah Hilf al-Fudul, ekonomi masyarakat Makkah membaik. Ada barokah dari Allah pada mereka.


Hilf al-Fudul mengajarkan bahwa keadilan hanya untuk sebagian sama sekali bukanlah keadilan. Maraknya kezaliman sering membuat kita tidak tahu harus bagaimana. Langkah pertama adalah mencari dan bekerja sama dengan orang-orang yang juga punya keprihatinan pada berbagai ketidakadilan di sekitar kita. Kemudian bersama sedikit demi sedikit mulai memperbaiki kondisi sesuai kapasitas masing-masing dengan tetap mempertahankan prinsip agama kita.

2 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page